PENDEKATAN FENOMENOLOGI

 

METODOLOGI ILMU BUDAYA

PENDEKATAN FENOMENOLOGI

 

 


 

RARA HASMIRNA DEWI

 

18017085

 

 

 

PROGRAM STUDI SASTRA INDONESIA

JURUSAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DAN DAERAH

FAKULTAS BAHASA DAN SENI

UNIVERSITAS NEGERI PADANG

2020



BAB I

PENDAHULUAN

 

A.    Latar Belakang

Pendekatan fenomenologi merupakan pendekatan penelitian yang mencoba menggali dan menemukan pengalaman hidup manusia terhadap diri dan hidupnya. Fenomenologi pada awalnya merupakan kajian filsafat dan sosiologi. Edmund Husserl sendiri, penggagas utamanya menginginkan fenomenologi akan melahirkan ilmu yang lebih bisa bermanfaat bagi kehidupan manusia, setelah sekian lama ilmu pengetahuan mengalami krisis dan disfungsional. Fenomenologi kemudian berkembang sebagai semacam metode riset yang diterapkan dalam berbagai ilmu sosial, termasuk di dalamnya komunikasi, sebagai salah satu varian dalam penelitian kualitatif dalam payung paradigma interpretif.

 

B.     Rumusan Masalah

      1. Apa itu pendekatan fenomenologi?

      2. Bagaimana sejarah pendekatan fenomenologi?

      3. Apa saja ciri-ciri dari pendekatan fenomenologi?

      4. Apa saja contoh pendekatan fenomenologi?

 

C.    Tujuan

       1. Untuk mengetahui tentang pendekatan fenomenologi

       2. Untuk mengetahui sejarah pendekatan fenomenologi

       3. Untuk mengetahui ciri-ciri dari pendekatan fenomenologi

       4. Untuk mengetahui contoh dari pendekatan fenomenologi

 

BAB II

PEMBAHASAN

A.    Pendekatan Fenomenologi

Secara harfiah, fenomenologi berasal dari kata pahainomenon dari bahasa Yunani yang berarti gejala atau segala sesuatu yang menampakkan diri. Istilah fenomena dapat dilihat dari dua sudut pandang, yaitu fenomena itu selalu menunjuk keluar dan fenomena dari sudut pandang kesadaran kita. Oleh karena itu, dalam memandang suatu fenomena kita harus terlebih dulu melihat penyaringan atau ratio, sehingga menemukan kesadaran yang sejati. Fenomenologi merupakan salah satu jenis metode penelitian kualitatif yang diaplikasikan untuk mengungkap kesamaan makna yang menjadi esensi dari suatu konsep atau fenomena yang secara sadar dan individual dialami oleh sekelompok individu dalam hidupnya. fenomenologi menjadi metode riset yang dekat dengan filsafat dan psikologi, serta penerapannya syarat upaya-upaya filosofis dan psikologis. 

 

B.     Sejarah Pendekatan Fenomenologi

Sejarah awal mula munculnya filsafat fenomenologi berkembang pada abad ke-15 dan ke-16. Pada masa itu, terjadi perubahan besar dalam diri manusia tentang perspektif dirinya di dunia ini. Pada abad sebelumnya, manusia selalu memandang segala hal dari sudut pandang Ketuhanan. Selanjutnya, terjadilah gelombang besar modernitas pada kala itu yang mengubah sudut pandang pemikiran tersebut. Para filsuf banyak yang menolak doktrin-doktrin Gereja dan melakukan gerakan reformasi yang disebut sebagai masa pencerahan. Paradigma ini muncul karena timbulnya pemikiran manusia terhadap subjektivitas. Fenomenologi ini berasal dari filsafat yang mengelilingi kesadaran manusia yang dicetuskan oleh Edmund Husserl (1859—1938) seorang filsuf Jerman. Pada awalnya teori ini digunakan pada ilmu-ilmu sosial.

 

C.    Ciri-Ciri Pendekatan Fenomenologi

1.             Fenomenologi berkecenderungan untuk menentang atau meragukan hal-hal yang diterima tanpa melalui penelaahan atau pengamatan terlebih dahulu, serta menentang sistem besar yang dibangun dari pemikiran yang spekulatif.

2.       Fenomenologi berkecenderungan untuk menentang naturalisme, yang tumbuh meluas dalam ilmu pengetahuan dan teknologi modern dan telah menyebar di daratan Eropa bagian utara semenjak zaman Renaissance.

3.      Secara positif, fenomenologi berkecenderungan untuk membenarkan pandangan atau persepsi yang mengacu pada apa yang dikatakan Husserl sebagai evidenz, yakni terdapatnya kesadaran tentang kebenaran itu sendiri sebagaimana yang telah terbuka secara sangat jelas, tergas perbedaannya dan menandai sesuatu yang disebut sebagai `apa adanya seperti itu`.

4.        Fenomenologi cenderung mempercayai perihal adanya, bukan hanya dalam arti dunia kultural dan natural tetapi juga adanya oibjek yang ideal seperti jumlah dan bahkan juga berkenaan dengan kehidupan tentang kesadaran itu sendiri yang dijadikan sebagai bukti dan oleh karenanya harus diketahui.

5.       Fenomenologi memegang teguh prinsip bahwa periset haurs memfokuskan diri pada sesuatu yang disebut `menemukan permasalahan` sebagaimana yang diarahkan kepada objek dan pembetulannya terhadap objek sebegaimana ditemukan permasalahannya. Terminologi ini memang tidak secara luas digunakan dan utamanya digunakan utnuk menekankan permasalahan ganda dan pendekatan reflektif yang diperlukan.

6.         Fenomenologi berkecenderungan untuk mengetahui peranan deskripsi secara universal, pengertian a-priori atau `eiditic` untuk menjelaskan tentang sebab-akibat, maksud atau latar belakang.

7.   Fenomenologi berkecenderungan untuk memperseoalkan tentang kebenaran atau ketidakbenaran mengenai apa yang dikatakan oleh Husserl sebagai transcendental phenomenological epoche, dan penyederhanaan pengertiannya menjadi sangat berguna dan bahkan sangat mungkin untuk dilakukan. 


D.    Contoh Pendekatan Fenomenologi

Contohnya kita ambil dari penelitian yang berjdul “Fenomenologi Eksistensial Seorang Nyai Pada Novel "Tjerita Njai Dasima": Analisis Hermeneutik Kajian Fenomenologi Husserl”. Penelitian ini bertujuan untuk memahami fenomenologi eksistensi nyai dan perannya dalam perkembangan makna hidup kaum perempuan melalui karya sastra sebagai produk masyarakat dan fungsinya sebagai media wacana sosial yang mempengaruhi sejarah tradisi karya sastra Indonesia. Hasil yang dicapai dalam penelitian ini menunjukkan bahwa novel Tjerita Njai Dasima merupakan karya sastra masa kekuasaan pemerintah Hindia Belanda yang mempengaruhi karakter dan identitas karya sastra dan masyarakat secara kontekstual dan temporal sebagai karya popular.

Fenomenologi eksistensial nyai sebagai tokoh dalam novel tersebut nampak mempengaruhi identitas perjuangan kaum perempuan dalam menghadirkan makna hidupnya melalui perilaku tokoh, lokasi dan latar yang menjadi kandungan sebuah teks sebagai media yang bersifat transenden antara masa lalu dan masa kini. Sebuah eksistensi dibangun melalui esensinya dengan tingkat kesadaran tertentu dan menghasilkan esensi baru melalui fenomenologi sebagai penelusuran menuju pengaksesan dirinya pada sebuah identitas. Dari pembahasan tersebut karakteristik dan esensi karya sastra berperan dalam pembangunan karya sastra lainnya melalui gagasan dan esensi secara tematis dalam proses penciptaan berkelanjutan.

 

 

BAB III

PENUTUP

 

A.    Kesimpulan

Fenomenologi merupakan salah satu jenis metode penelitian kualitatif yang diaplikasikan untuk mengungkap kesamaan makna yang menjadi esensi dari suatu konsep atau fenomena yang secara sadar dan individual dialami oleh sekelompok individu dalam hidupnya. Sejarah awal mula munculnya filsafat fenomenologi berkembang pada abad ke-15 dan ke-16. Salah satu ciri-ciri dari pendekatan fenomenologi adalah fenomenologi berkecenderungan untuk menentang naturalisme, yang tumbuh meluas dalam ilmu pengetahuan dan teknologi modern dan telah menyebar di daratan Eropa bagian utara semenjak zaman Renaissance. Contoh penelitian yang diambil adalah penelitian yang berjudul “Fenomenologi Eksistensial Seorang Nyai Pada Novel "Tjerita Njai Dasima": Analisis Hermeneutik Kajian Fenomenologi Husserl”.

 

B.     Saran

Sebaiknya dengan adanya buku-buku sumber lain yang membahas mengenai materi ini, diharapkan Mahasiswa lebih giat lagi mencari buku-buku sumber lainnya agar pengetahuan dan wawasannya semakin meningkat, selain buku Mahasiswa juga bisa mencari sumber lain yang berbentuk online, seperti jurnal, skripsi dan lain-lain.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Anjar.  Pengertian Fenomenologi Serta Ciri-Ciri Metode Fenomenologi. Retrieved Oktober 1, 2013, from https://www.wawasanpendidikan.com/2013/10/Pengertian-Fenomenologi-serta-Ciri-Ciri-Metode-Fenomenologi.html

Hasbiansyah. 2005. Pendekatan Fenomenologi: Pengantar Praktik Penelitian dalam Ilmu Sosial dan Komunikasi. MediaTor. 163-180.

Helaluddin. 2019. Mengenal Lebih Dekat dengan Pendekatan Fenomenologi: Sebuah Penelitian Kualitatif. OSF Preprints, 1-15.

Sosiologis. Fenomenologi: Pengertian, Contoh & Metode Penelitian. Retrieved May 22, 2018, from http://sosiologis.com/fenomenologi

Umaya, N. M. 2006. Fenomenologi Eksistensial Seorang Nyai Pada Novel "Tjerita Njai Dasima": Analisis Hermeneutik Kajian Fenomenologi Husserl. Tesis. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.

 

 

 

 


 

 

 

 

Komentar

Postingan Populer